Recent Posts

Benarkah Ruangan Ber-AC Tingkatkan Risiko Penularan COVID-19? oleh - spaterdekat.xyz

Halo sahabat selamat datang di website spaterdekat.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Benarkah Ruangan Ber-AC Tingkatkan Risiko Penularan COVID-19? oleh - spaterdekat.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Penularan COVID-19 terjadi dengan sangat cepat, apalagi bila Anda berada di ruang tertutup dengan sirkulasi udara yang buruk. Mengingat hal ini, banyak orang pun cemas COVID-19 dapat menular lewat pendingin udara (AC). AC di tempat umum seperti toko, restoran, dan sebagainya dikhawatirkan menjadi sumber penyebaran penyakit.

Sejauh ini, penelitian tentang penyebaran COVID-19 melalui AC memberikan hasil yang beragam. Sebuah studi di Tiongkok membuktikan adanya penularan COVID-19 pada restoran ber-AC, tapi banyak pula ahli yang menyatakan bahwa AC tidak berdampak apa-apa.

Lantas, apakah COVID-19 memang bisa menular lewat AC?

AC mungkin menyebarkan COVID-19, jika…

Cara membersihkan ac
Sumber: Leahingram

Perdebatan tentang penularan COVID-19 melalui AC berawal dari sebuah studi dalam jurnal Emerging Infectious Diseases. Pada studi tersebut, ada tiga keluarga yang positif COVID-19 setelah makan di sebuah restoran di Guangzhou, Tiongkok, akhir Januari.

Para peneliti meyakini bahwa mereka tertular setelah duduk di dekat ventilasi AC dalam restoran tersebut. Virus SARS-CoV-2 kemungkinan berasal dari seorang wanita berusia 63 tahun yang positif, tapi tidak menunjukkan gejala apa pun saat itu.

Wanita tersebut datang dari Wuhan bersama keluarganya. Mereka duduk di meja yang terletak di depan unit AC. Beberapa hari setelahnya, empat orang yang duduk di dekat mereka didiagnosis positif COVID-19, kemudian diikuti lima orang lainnya.

Total ada sembilan orang dalam restoran tersebut yang dinyatakan positif COVID-19. Sementara itu, sebanyak 73 pengunjung lainnya dan delapan karyawan yang bekerja hari itu dinyatakan negatif.

Para peneliti menduga bahwa COVID-19 menular lewat AC di dalam restoran. Menurut mereka, sirkulasi udara dari AC menerbangkan droplet mengandung coronavirus dari wanita yang positif tersebut.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

59,394

Terkonfirmasi

26,667

Sembuh

2,987

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

AC mempercepat sirkulasi udara sehingga udara menjadi lebih kering dan dingin. Pada saat yang sama, terjadi proses penguapan. Penguapan ikut membawa droplet keluar dari AC, lalu terbawa udara dan berputar di dalam ruangan.

Droplet pasien COVID-19 seharusnya hanya dapat terbang dalam jarak tertentu, tapi arus udara dari AC membuat percikan-percikan ini terbang lebih jauh. Ditambah lagi, restoran tersebut tidak memiliki jendela sehingga sirkulasi udaranya menjadi buruk.

Jika mengacu penelitian tersebut, COVID-19 memang bisa menular lewat penggunaan AC. Akan tetapi, ada faktor-faktor pendukung yang tidak boleh diabaikan, yakni ventilasi udara yang kurang dan jarak antarmeja yang terlalu dekat.

Penggunaan AC tidak berbahaya

efek seharian di ruangan ber AC

Hingga kini, satu-satunya laporan terkait penularan COVID-19 melalui AC baru berasal dari kasus di Guangzhou. Kondisi ini sebetulnya sangat langka. Kalaupun terjadi, ada faktor-faktor lain yang menjadi pendukungnya.

Menurut Erin Bromage, profesor imunologi di University of Massachusetts Dartmouth, AS, penularan di restoran tersebut lebih disebabkan karena sirkulasi udara yang buruk. Selain itu, ada banyak orang yang berkerumun dalam satu ruangan.

Ia juga mengingatkan bahwa sampel penelitian tersebut terbilang kecil. Hasil penelitian tidak bisa menggambarkan kondisi sebenarnya di ruang terbuka lain, entah itu restoran, kantor, toko, dan lain sebagainya.

Bahkan selama karantina mandiri pun, banyak orang mendatangi apotek dan swalayan ber-AC untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Penggunaan AC tidak akan serta-merta menyebarkan penyakit asalkan semua orang melakukan upaya pencegahan COVID-19.

Meski begitu, tempat-tempat umum yang menggunakan AC sebaiknya memerhatikan sirkulasi udara di dalamnya. Pengelola harus mengatur penempatan unit AC serta kursi dan meja sedemikian rupa supaya para pengunjung melakukan physical distancing.

Virus Corona Menyebar di Permukaan Benda Rumah Sakit dalam 10 Jam

Mencegah penularan COVID-19 dalam ruangan ber-AC

social distance

COVID-19 memang tidak selalu menular lewat AC. Namun, tetap ada risiko penularan bila Anda berada dalam satu ruangan dengan orang yang positif COVID-19. Maka dari itu, Anda tetap harus waspada dan melakukan upaya pencegahan.

Berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan agar tidak tertular COVID-19 dalam ruangan ber-AC.

  • Menjaga jarak setidaknya dua meter dari orang lain.
  • Sering mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer.
  • Mengenakan masker dengan benar.
  • Tidak memegang benda-benda yang tidak perlu.
  • Tidak memegang mata, hidung, dan mulut tanpa mencuci tangan.

Pemakaian AC memang memengaruhi sirkulasi udara. Bahkan, AC dapat menyebarkan droplet mengandung virus. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena risiko penularan melalui AC sangatlah kecil. Anda dapat melindungi diri dari penyebaran COVID-19 dengan melakukan langkah-langkah pencegahan.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Itulah tadi informasi mengenai Benarkah Ruangan Ber-AC Tingkatkan Risiko Penularan COVID-19? oleh - spaterdekat.xyz dan sekianlah artikel dari kami spaterdekat.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Jumat, 03 Juli 2020

Manfaat Terapi Akupuntur untuk Gangguan Sistem Saraf Tepi oleh - spaterdekat.xyz

Halo sahabat selamat datang di website spaterdekat.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Manfaat Terapi Akupuntur untuk Gangguan Sistem Saraf Tepi oleh - spaterdekat.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Mungkin sebagian dari Anda sudah mengenal jenis pengobatan alternatif terapi akupuntur. Bahkan, mungkin sekarang ini Anda sedang melakukan terapi ini untuk membantu mengatasi gangguan kondisi kesehatan yang sedang dialami. Dari berbagai manfaat dari terapi akupuntur, apakah salah satunya dapat memberikan efek atau dampak positif pada gangguan sistem saraf tepi? Ketahui jawabannya dengan membaca penjelasan berikut ini.

Mengenai terapi akupuntur

terapi akupuntur untuk psoriasis

Akupuntur merupakan sebuah teknik medis untuk meredakan nyeri dan meringankan gejala dari sebuah penyakit.

Jarum akan dimasukan pada titik-titik di tempat tekanan tubuh berada dengan tujuan untuk merangsang fungsi sistem saraf. Hal ini kemudian akan membuat Anda melepaskan hormon endorfin yang merupakan pereda nyeri alami yang terdapat dalam tubuh.

Endorfin akan dilepaskan pada beberapa bagian tubuh seperti otot, tulang belakang, dan otak. Teknik akupuntur mengubah respon tubuh Anda terhadap rasa sakit sehingga dapat meringankan gejala dari sebuah gangguan kesehatan.

Benarkah akupuntur bermanfaat bagi gangguan sistem saraf tepi?

akupunktur untuk diabetes

Sebuah artikel yang diterbitkan oleh National Certification Commission for Acupuncture and Oriental Medicine membahas manfaat terapi akupuntur dalam merawat gangguan sistem saraf tepi.

Artikel tersebut menyatakan, gejala dari gangguan sistem saraf tepi seperti nyeri dan menurunnya fungsi saraf muncul karena disebabkan oleh terhambatnya energi chi dan darah.

Energi chi merupakan istilah yang berasal dari pengobatan Cina yang mengacu pada energi vital dalam tubuh. Fungsinya adalah untuk mengatur keseimbangan energi dalam tubuh, termasuk kemampuan pemulihan Anda.

Ketika energi chi dan darah tidak mengalir dengan normal, sel-sel dan jaringan dalam tubuh jadi tidak mendapat nutrisi dan dapat memicu nyeri dan gangguan fungsi.

Terapi akupuntur pada umumnya melibatkan proses penusukan jarum di area atau tempat gejala dirasakan untuk mengembalikan kekuatan energi chi dan aliran darah.

Dengan demikian, akupuntur dapat membantu meringankan gejala yang timbul akibat gangguan sistem saraf tepi, sekaligus mengembalikan kekuatan dan meningkatkan fungsi tubuh secara keseluruhan.

Penelitian pun telah menunjukkan manfaat terapi akupuntur untuk membantu meningkatkan kondisi saraf. Ditambah lagi, organisasi kesehatan dunia WHO, juga telah mengakui bahwa akupuntur merupakan salah satu terapi untuk membantu meringankan gejala dari gangguan sistem saraf tepi.

Sebuah jurnal yang diterbitkan di Cina juga menemukan hasil positif tentang akupuntur dari sebuah studi yang melibatkan pengidap gangguan sistem saraf tepi akibat komplikasi diabetes.

Selama 15 hari, pengidap gangguan sistem saraf tepi melakukan terapi akupuntur dan hasilnya terlihat jelas bahwa akupuntur dapat meringankan gejala dari penyakit ini.

Apakah terdapat efek samping dari terapi akupuntur?

akupuntur untuk depresi

Jika dibantu oleh tenaga profesional atau yang memiliki lisensi, terapi akupuntur memiliki efek samping yang sangat sedikit hingga tidak ada sama sekali.

Namun, Anda mungkin dapat mengalami beberapa hal, seperti:

  • Sakit dan lebam. Anda pasti akan merasakan sakit ketika jarum menusuk kulit, meski memang setiap orang akan merespon tusukan jarum berbeda-beda. Selain itu, bekas luka juga besar kemungkinan akan menjadi bagian dari terapi yang sulit untuk dihindari.
  • Cedera. Hal ini mungkin terjadi jika akupuntur dilakukan sembarangan atau tidak oleh tenaga ahli. Jarum dapat masuk terlalu dalam dan melukai organ.
  • Infeksi. Jarum yang digunakan harus selalu steril. Pastikan untuk menanyakan kebersihan dan kualitas jarum sebelum melakukan terapi.

Terapi akupuntur dapat menjadi alternatif pengobatan bagi pengidap gangguan sistem saraf tepi.

Namun, jika Anda tertarik untuk melakukan terapi ini, pastikan untuk menemui ahlinya atau profesional yang memiliki lisensi.

Selain itu, pastikan berkonsultasi pada dokter yang biasa memeriksa gangguan sistem saraf Anda. Tanpa diagnosis yang tepat dan rekomendasi secara medis, terapi akupuntur bisa berbalik memperburuk gejala atau bahkan melukai Anda.

Itulah tadi informasi mengenai Manfaat Terapi Akupuntur untuk Gangguan Sistem Saraf Tepi oleh - spaterdekat.xyz dan sekianlah artikel dari kami spaterdekat.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Minggu, 28 Juni 2020